Permasalahan yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantangan- pantangan terhadap beberapa makanan. Sementara, kegiatan ibu hamil sehari-hari tidak berkurang ditambah lagi dengan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. Dikatakan pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia pada wanita hamil disebabkan karena kurangnya zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan darah.

Di Jawa Tengah, ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat, ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan.

Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Contoh lain di daerah Subang, ibu hamil pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar sehingga akan mempersulit persalinan. Dan memang, selain ibunya kurang gizi, berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi. Selain itu, larangan untuk memakan buah-buahan seperti pisang, nanas, ketimun dan lain-lain bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. (Wibowo, 1993).

Dalam upacara adat nolama di Sulawesi Tengah, hampir tidak ada pantangan yang berarti, tetapi selama ibu hamil dijumpai sejumlah pantangan-pantangan. Pantangan tersebut tidak saja berlaku untuk sang ibu yang hamil, tetapi juga berlaku bagi sang suami. Pantangan-pantangan bagi ibu hamil tersebut antara lain:

  1. Pantang minum air terlalu banyak karena bila melahirkan terlalu banyak air dan atau beranak kembar.
  2. Pantang makan gula merah atau tebu serta nanas karena dapat membuat perut sakit.
  3. Pantang makan ikan cumi-cumi karena dapat melahirkan bayi dalam bentuk cumi-cumi dan sebagainya.

Budaya atau kepercayaan turun-temurun di Propinsi NTT pun jarang berpihak pada situasi yang mendukung kecukupan gizi dan kesehatan bagi ibu selama hamil atau pasca melahirkan. Banyak makanan yang sebenarnya bergizi justru menjadi pantangan atau pemali. Pisang dapat menjadikan bayi terlalu besar di kandungan dan sulit melahirkan, larangan makan ikan dan sayuran tertentu masih dijadikan pesan khusus bagi ibu hamil di daerah tertentu. Budaya panggang pasca melahirkan dan bayi tidak boleh menerima suntikan meskipun jenis vaksin untuk kekebalan tubuh juga masih ditemukan.

Selain itu ada pantangan-pantangan makanan yang tidak boleh dimakan selama kehamilan yang hampir memiliki kemiripan antara suatu daerah dengan daerah lain di Indonesia misalnya, tidak boleh mengkonsumsi ikan dengan asumsi kelak anaknya lahir akan mempunyai kulit bersisik atau tidak mulus. Juga dilarang memakan buah-buahan seperti pepaya, pisang ambon, nanas dan lain lain agar vagina tetap kering. Dianjurkan meminum air kelapa muda, dengan tujuan agar kulit anaknya mulus dan kepalanya tidak berkerak. Bahkan di usia kandungan 9 bulan dianjurkan setiap hari meminum minyak kelapa yang dibuat sendiri agar anaknya lancar lahir sebab telah di "minyaki". Segala anjuran lebih diarahkan kepada kepentingan pihak-pihak lain di luar wanita itu sendiri, teutama kepentingan suami dan anak. Penjagaan kesehatan ibu sebelum melahirkan tidak mendapatkan perhatian khusus apakah itu makanannya, vitamin atau pemeriksaan rutin ke puskesmas, bidan atau dokter.

Di desa Cilendek Jawa barat, masih banyaknya kepercayaan atau tradisi lama, yang justru merugikan kesehatan wanita sendiri. Misalnya memakan makanan bergizi yang dibutuhkan ibu hamil tetapi dipercaya akan berpengaruh buruk terhadap ibu dan anak. Wanita hamil umumnya hanya memakan sayur-sayuran (lalap) kebiasaan suku Sunda yang dianggap makanan sehat, jarang ditambahi dengan ikan, daging, dan buah-buahan yang dianggap tidak baik untuk si bayi. Akibatnya wanita hamil di propinsi Jawa Barat secara umum menderita anemia.

Berbagai pantangan makanan bagi ibu hamil yang berdasarkan faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat, disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab- akibat antara makanan dan kondisi sehat-sakit, kebiasaan dan ketidaktahuan, seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak. Pola makan, misalnya, fakta dasarnya merupakan salah satu selera manusia dimana peran kebudayaan cukup besar. Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu.

Pantangan makan makanan tertentu pada ibu hamil yang membawa dampak negatif seperti pantang makan ikan laut yang merupakan sumber asam folat dan protein tinggi,sumber zat besi seperti pada dagin buah-buahan yang kaya akan vitamin dan makanan lain yang mengandung zat-zat lain yang berguna bagi tubuh. Dengan pantang memakan jenis makanan tersebut justru akan berdampak negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Konseling dan penyuluhan sangat diperlukan untuk merubah persepsi yang salah tersebut.

Pantangan makan makanan tertentu pada ibu hamil yang bisa membawa dampak positif seperti makan buah nanas dan durian karena jika dimakan maka akan menyebabkan rasa panas pada perut ibu. Rasa panas itu timbul karena efek gas yang dihasilkan oleh buah-buahan tersebut dan itu tidak baik bagi kesehatan ibu dan janin.

Apakah dengan melaksanakan pantangan tersebut kebutuhan ibu hamil bisa tercukupi?

Apakah yang sebenarnya dibutuhkan oleh ibu hamil?

Status gizi ibu hamil pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Seorang ibu yang sedang hamil mengalami kenaikan berat badan sebanyak 10-12 kg. Pada trimester pertama kenaikan itu hanya kurang dari 1 kg,trimester kedua kurang lebih 3 kg,sedangkan trimester terakhir kira-kira 6kg. Kenaikan tersebut meliputi kenaikan komponen janin : pertumbuhan janin,plasenta,dan cairan amnion (Huliana 2001 )

Berat badan ibu hamil,harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan, berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan anak yang normal. Kenaikan berat badan ideal ibu hamil 7kg untuk ibu yang gemuk dan 12,5 kg untuk ibu yang tidak gemuk. Jika kurang dari normal beresiko keguguran, anak lahir prematur, berat badan lahir rendah, gangguan kekuatan rahim mengeluarkan anak dan perdarahan setelah persalinan

Untuk kesehatan ibu selama kehamilan maupun pertumbuhan dan aktivitas diferensiasi janin, maka ibu dalam keadaan hamil harus cukup mendapatkan makanan bagi dirinya sendiri maupun kuantitasnya harus ditambah dengan zat-zat gizi dan energy agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil berguna juga dalam memudahkan kelahirannya dan untuk produksi ASI bagi bayi yang akan dilahirkan. Demi suksesnya kehamilan keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan protein, mineral, vitamin, dan energi.

Kebutuhan tambahan protein tergantung kecepatan pertumbuhan janin. Trimester pertama kurang dari 6 gram tiap hari sampai trimester dua. Trimester terakhir sampai 10 gram/hari. Bila bayi sudah dilahirkan protein dinaikkan menjadi 15 gram/hari. Menurut WHO tambahan protein ibu hamil adalah 0,75 gram/kgBB.

Tambahan energi selama hamil diperlukan baik bagi komponen fetus maupun perubahan pada dirinya sendiri. Selama mengandung dibutuhkan kurang lebih 27000 Kkal/hari atau 100Kkal/hari. National Research Council (1980) menganjurkan pemberian 2000Kkal/hari bagi wanita berumur 25-50 tahun, dengan tambahan 300Kkal/hari bagi ibu hamil.

Bagi pertumbuhan janin yang baik dibutuhkan berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, asam folat, zat besi, kalsium, zink, angka kecukupan yang dianjurkan oleh National Research Council, US National Academy of sciences (1980), menunjukkan persentase tambahan gizi ibu hamil ialah energi 15%, protein 68%, vit A 25%, vit D100%, vit E 25%, Vit C 33%, untuk vitamin kelompok B-kompleks 40%, Thiamin 25%, Riboflavin 15%, Niasin 30%, Vit B6 100%, asam folat 33%, vit B12, kalsium, fosfor, dan magnesium 50%, zat besi 300%, zink 33%, dan yodium 16%.

Contoh menu dengan pola makan yang baik :

Makan pagi : Nasi

Ikan goreng

Tempe atau tahu goreng

Tumis kacang panjang

Buah

Susu/Teh

Makan siang/malam : Nasi

Ikan goreng

Tahu/tempe bacem

Sayur bobor daun singkong

Pepaya /pisang

Susu

Makanan selingan : Pisang rebus/ubi rebus/kue kering/buah/teh manis

KESIMPULAN

1. Berbagai pantangan makanan bagi ibu hamil seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak.

2. Berat badan ibu hamil,harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan, berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan anak yang normal.

3. Pertumbuhan janin yang baik dibutuhkan berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, asam folat, zat besi, kalsium, zink.

0 komentar:

Poskan Komentar

About